Jumat, 08 Februari 2013

SISTEM KOORDINASI PADA MANUSIA

Sistem koordinasi : organ dan sistem organ yang bekerja sama secara efisien.Sistem koordinasi meliputi : 
  1. Sistem saraf
  2. Sistem indra
  3.  Sistem hormon
Sistem Saraf
  • Sistem saraf terdiri dari jutaan sel – sel saraf yang memiliki bentuk bervariasi.
  • Sel saraf ini disebut neuron. 
  • Sistem ini melakukan kontrol terhadap kegiatan yang dilakukan di seluruh tubuh agar mencapai kondisi Homeostatis ( seimbang- balancing).
Fungsi sistem saraf
  1. Memelihara fungsi tubuh.
  2. Mengatur kegiatan di dalam tubuh.
  3. Menerima rangsangan eksternal dan internal.
  4. Mengolah rangsangan yang diterima.
  5. Merespon rangsangan yang diterima.
Dalam menerima, mengolah, dan merespon rangsangan diperlukan 3 komponen :
  1. Reseptor : penerima rangsangan. Merupakan sel yang mendapatkan/ bereaksi terhadap segala rangsangan eksternal dan internal, kemudian mengubahnya menjadi impuls saraf. Pada tubuh, yang berfungsi sebagai reseptor adalah panca indera.
  2. Sistem Saraf : merupakan komponen yang menerima, mengolah dan menyampaikan hasil pengolahan rangsangan kepada efektor.berupa sistem syaraf tepi dan syaraf pusat
  3. Efektor : merupakan komponen yang bertugas untuk memberikan reaksi terhadap rangsangan yang diterima tubuh. Pada tubuh, yang berfungsi sebagai efektor adalah otot dan kelenjar
Berdasarkan fungsinya, sistem saraf dibagi menjadi 2 : 
  1. Somatik : berperan untuk mengatur koordinasi struktur otot, tulang dan kulit
  2. Otonom : berperang untuk mengatur koorinasi otot polos, jantung dan kelenjar tubuh.
Sel saraf terdiri atas 3 macam sel yang memiliki struktur dan fungsi berbeda :

1. Neuron
 :
  • merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf.
  • Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari menuju safar pusat dan sebaliknya.
  • Neuron memiliki kemampuan merespon yang cukup kuat, namun tidak dapat membelah diri, sehingga bila rusak neuron tak dapat diganti.
2. Neuroglia :
  • berperan untuk menyokong neuron, menyuplai nutrien, melindungi dan mengisolasikan neuron.
3. Akson :
  • merupakan neuron yang berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan neuron.
Struktur Neuron :
1. Badan Sel :
  • Memiliki nukleus dan nukleolus yang dikelilingi oleh sitoplasma granuler.
  • Badan sel yang berkelompok selain di saraf pusat disebut ganglion (jamak : ganglia)
2. Dendrit :

  • Juluran pendek bercabang – cabang yang keluar dari badan sel.
  • Berfungsi untuk menerima rangsangan dan membawanya ke badan sel saraf.
3. Akson : 
  • Juluran panjang dari badan sel yang berfungsi untuk mengantarkan impuls menjauhi badan sel.
  • Bentuknya panjang, tipis, dan mengandung neurofibril (berguna untuk mengangkut nutrien dan menyokong sel).
  • Kebanyakan diselubungi substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung mielin.
  • Selubung mielin terbentuk dari sel Schwann
  • Ujung akson akan bertemu dengan dendrit dihubumgkan dengan sinapsis
Berdasarkan ada atau tidaknya selubung mielin, akson dibagi menjadi 2 : 
  1. Akson bermielin
  2. Akson telanjang
  • Di tempat – tempat tertentu terdapat akson yang tidak diselubungi selubung mielin, disebut Nodus ranvier.
4. Sinapsis : 
  • Sambungan antar neuron.
  • Sinaps dapat menjalarkan dan menghambat impuls.
  • Pada sinaps terdapat celah yang disebut celah sinaps.
  • Mengandung neurotransmitter (zat penghantar).
Macam – macam neurotransmitter 

  1. asetilkolin (terdapat di sinaps seluruh tubuh)
  2. noradrenalin (terdapat di sistem saraf simpatik)
  3. serotonin (terdapat di saraf pusat/otak).
Berdasarkan tempatnya, sinaps dibagi menjadi 3 : 
  1. Sinaps aksosomatik, terletak di antara di antara akson neuron pertama dan badan sel neuron kedua.
  2. Sinaps aksodendritik, terletak di antara akson neuron pertama dengan dendrit neuron kedua.
  3. Sinaps aksoaksonik, terletak di antara ujung akson neuron pertama dengan akson neuron kedua.
Macam – macam neuron 

Berdasarkan jumlah uluran Neuron dibagi 3 yaitu 

  1. Neuron unipolar : hanya memiliki satu uluran yang timbul dari badan sel. Ditemui pada hewan tingkat rendah.
  2. Neuron bipolar : memiliki 2 uluran yang timbul dari badan sel, yaitu dendrit dan akson. Badan selnya berbentuk lonjong. Ulurannya timbul dari 2 ujung badan sel. Terdapat pada retina, koklea, epitel olfaktori.
  3. Neuron multipolar : terdiri atas 1 akson dan banyak dendrit yang menjulur dari badan sel. Bentuk ini paling banyak ditemui di tubuh. misalnya neuron motorik yang keluar dari sumsum tulang belakang
Berdasarkan fungsinya neuron dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu : 
  1. Neuron sensorik
  2. Neuron motorik
  3. Neurron konektor

1. Neuron Sensorik
 : 

  • Badan sel bergerombol membentuk ganglia
  • Akson pendek
  • Dendrit panjang
  • Berhubungan dengan alat indera, sehingga disebut neuron indera (reseptor).
  • Berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari alat indera menuju otak atau sumsum tulang belakang
2. Neuron Motorik :

  • Dendrit pendek
  • Akson panjang
  • Dendrit berhubungan dengan neuron lain, akson berhubungan dengan efektor.
  • Berfungsi membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor.
  • Disebut sebagai neuron penggerak.
3. Neuron Konektor (inteneuron) :
  • Merupakan neuron multipolar.
  • Dendrit banyak dan pendek.
  • Akson dapat berbentuk panjang atau pendek.
  • Ujung dendrit dan akson yang berhubungan membentuk sinapsis.
  • Banyak ditemui di sumsum tulang belakang dan otak .
  • Berfungsi meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik.
  • Konektor di tubuh terdapat di sumsum tulang belakang dan otak
Impuls Saraf
  • Permukaan luar neuron bermuatan positif, sedangkan bagian dalamnya bermuatan negatif.
  • Hal ini menimbulkan terjadinya perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam neuron yang disebut polarisasi.
  • Bila neuron mengalami rangsangan,akan terjadi penurunan beda potensial atau perubahan muatan, di mana bagian luar akan bermuatan negatif,
  • Sedangkan bagian dalamnya akan bermuatan positif.
  • Hal ini disebut dengan depolarisasi.
  • Peristiwa perubahan dari keadaan polarisasi ke keadaan depolarisasi disebut denganpotensialaksisaraf atau impulssaraf.
  • Semua impuls saraf bentuknya sama.
  • Yang membuat respon terhadap impuls berbeda adalah reseptor dan efektor yang menerima dan menanggapi respon.
Teori mengenai penghantaran impuls dijelaskan melalui teori membran. 
Teori ini dapat dijelaskan sebagai berikut : 
  • Serabut saraf yang berada dalam keadaan istirahat akan berada dalam keadaan polarisasi.
  • Serabut saraf yang mendapatkan rangsangan akan menjadi dalam keadaan depolarisasi.
  • Serabut saraf yang berada di antara serabut saraf yang berada dalam keadaan polarisasi dan keadaan depolarisasi akan mengalami arus listrik, yang disebut arus lokal atau sirkuit setempat.
  • Arus lokal akan menyebabkan depolarisasi di serabut saraf di sebelahnya.
  • Depolarisasi akan selalu menjalar di sepanjang serabut saraf, menimbulkan impuls saraf.
  • Setelah mengalami depolarisasi, serabut saraf akan berada dalam keadaanrefrakter, yaitu tidak peka lagi terhadap rangsangan.
  
Klasifikasi reseptor sensoris menurut jenis stimulusnya yaitu :
  1. Mekanoreseptor mendeteksi stimulus mekanis seperti nyeri,suara,raba
  2. Termoreseptor mendeteksi perubahan temperatur seperti panas dan dingin
  3. Nosiseptor mendeteksi kerusakan jaringan baik fisik maupun mekanik seperi nyeri
  4. Elektromaknetik reseptor mendeteksi cahaya yang masuk ke mata seperti warna,cahaya
  5. Khemoreseptor mendeteksi pengecapan,penciuman,kadar O2 dan CO2

Sistem Gerak
Gerakan pada tubuh dapat dibedakan menjadi 2 bentuk gerakan, yaitu :
Gerak Sadar.
  • Gerak ini merupakan gerak yang dilakukan dengan sadar.
  • Gerakan ini dapat terjadi melalui serangkaian impuls panjang dan diolah oleh pusat saraf.
  • Contoh gerak sadar adalah berlari dan makan.
  • Konsep gerak impuls panjang adalah sebagai berikut :

Gerak Refleks.
  • Gerak ini merupakan gerak yang dilakukan secara tidak sadar dan kecepatannya lebih cepat dari gerak sadar.
  • Gerakan ini terjadi melalui rangkaian impuls pendek tanpa diolah ke pusat saraf.
  • Contoh gerak refleks misalkan saat terkejut dan saat menyentuh benda yang terlalu panas.
  • Konsep gerak impuls pendek adalah sebagai berikut :
Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. 
  1. Sistem Saraf Pusat
  2. Sistem Saraf Tepi
Saraf pusat terdiri atas
  1. otak
  2. sumsum tulang belakang
Otak
  • Dilindungi oleh selaput meninges.
  • Pada manusia, otak terdiri atas 2 belahan (hemisfer), yaitu belahan otak kiri dan otak kanan.
  • Kedua belahan dihubungkan oleh balok otak berongga yang berisi cairan getah bening yang disebut cerebrospinal.
  • Pada tali spinal terjadi pindah silang, sehingga terjadi kebalikan sistem pengendalian, di mana otak kanan akan mengendalikan tubuh bagian kiri dan sebaliknya.

Otak dibagi menjadi 5 bagian besar :
  1. Otak besar : (cerebrum)
  2. Otak tengah (mesenchepalon)
  3. Otak kecil (cerebellum)
  4. Sumsum Lanjutan (Medula oblongata)
  5. Jembatan Varol
1. Otak besar : (cerebrum) 
  • Bagian terluas dari otak
  • Berbentuk oval.
  • Bagian luar berwarna abu – abu, bagian dalam berwarna putih.
  • Terdiri atas 4 bagian :
  1. Bagian dahi (lobus frontalis), digunakan untuk berpikir. Juga sebagai area motorik yg membangkitkan impuls untuk  pergerakan volunteer. Area motorik kiri mengatur pergeakan sisi kanan tubuh dan sebalikya.
  2. Bagian ubun – ubun (lobus parientalis), merupakan penerima impuls untuk pusat pengatur kulit dan otot terhadap rasa hangat, dingin, sentuhan, rasa sakit dan tekanan.
  3. Bagian pelipis (lobus temporalis), merupakan pusat pendengaran. Mengendalikan kemampuan berbahasa.
  4. Bagian belakang kepala (lobus oksipetalis), merupakan pusat penglihatan dan menyampaikan memori tentang aqpa yang dilihat.
  • Merupakan pusat saraf utama, karena mengatur sebagian besar kegiatan tubuh.

2. Otak tengah 
  • Disebut juga mesenchepalon.
  • Berukuran kecil.
  • Berada di antara otak besar dan otak kecil
  • Tepatnya di depan otak kecil.
  • Terdapat Hypofise ( Master of Glandula endokrin) , Hypothalamus (pusat pengatur suhu tubuh) dan Thalamus (penerima dan sekaligus penerus dari syaraf tepi ke kortex Otak  
  • Penghubung antara serebrum dan medula oblongata
3. Otak kecil (cerebellum) 
  • Terdapat di bagian bawah belakang rongga tengkorak.
  • Berfungsi mengatur gerakan otot dan keseimbangan tubuh.
  • Menghantarkan impuls dari otot-otot bagian kiri dan kanan tubuh
4. Medula oblongata 
  • Merupakan sumsum yang menyambungkan otak dengan sumsum tulang belakang (menghubungkan pons varoli dengan medula spinalis )
  • Merupakan bagian otak paling bawah  
Berfungsi untuk :
  1. Menghantar impuls dari medula spinalis menuju ke otak.
  2. Mengontrol kerja jantung
  3. Mengatur gerak refleks 
  4. Memengaruhi reflek fisiologi (detak jantung, kecepatan bernafas ( Vasokonstriksi Pusat pernafasan , Mengontrol kegiatan refleks)
Jembatan Varol
  • Berisi serabut saraf yang menghubungkan antara sisi kanan dan sisi kiri otak kecil.


Jadi Batang otak (Truncus serebri) kita diluar otak besar dan kecil terdiri dari :

  1. Diensephalon 
  2. Mesensephalon (Otak tengah)
  3. Pons varoli ( Jembatan Varol )
  4. Medula oblongata

Diensephalon yaitu merupakan bagian batang otak paling atas,terdapat di antara serebrum dan mesensephalon
  • Mempunyai peran yaitu untuk  
  1. Vasokonstriksi yaitu mengecilkan pembuluh darah
  2. Respiratori
  3. Mengontrol kegiatan refleks
  4. Membantu pekerjaan jantung
Mesensephalon (Otak tengah)  Terletak diantara pons dan Diensephalon. Di depan otak tengah  ada talamus dan hipotalamus,fungsinya:
  • Mempunyai peran yaitu untuk    
  1. Menjaga tetap tegak dan mempertahankan keseimbangan
  2. Membantu pigmen mata dan mengangkat kelopak mata
  3. Memutar mata dan pusat pergerakan mata 
Pons varoli  : Terletak antara Medula oblongata dan mesensephalon,
  • Mempunyai peran yaitu untuk  
  1. Penghubung antara serebrum dan medula oblongata
  2. Pusat saraf N.Trigeminus,N.Optalmicus,N.Maxillaris dan N.Mandibularis 
Medula oblongata  : Merupakan bagian otak paling bawah,menghubungkan pons varoli dengan medula spinalis

  • Mempunyai peran yaitu untuk 
  1. Mengontrol kerja jantung
  2. Vasokonstriksi
  3. Pusat pernafasan
  4. Mengontrol kegiatan refleks
Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis)

  • Merupakan lanjutan dari medula oblongata sampai dengan ruas kedua tulang pinggang.
  • Terdapat sumsum punggung dan cairan cerebrospinal.
  • Bagian luarnya berwarna putih, bagian dalamnya berwarna hitam.
  • Berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls dari indera ke otak dan membawa impuls motorik dari otak ke otot. 
 Cairan serebrospinal
  • Terdapat pd ruang subaraknoid yang mengisi ventrikel dlm otak yg terletak antara araknoid dan piameter
  • Lapisan pelindung otak (piameter, araknoid dan durameter)
  • Menyerupai plasma dan cairan interstisial tp tdk mengandung protein
  •  Mempunyai peran yaitu untuk 
    1. Sebagai bantalan untuk jaringan lunak otak dan medulla spinalis
    2.  Sebagai media pertukaran nutrient dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla spinalis.
      
Sumsum tulang belakang juga dilindungi oleh Meninges : merupakan selaput jaringan pengikat yang melindungi otak dan medula spinalis.
Meninges






Terdiri atas 3 lapisan : 
  1. Piameter
  2. Arachnoid
  3. Durameter
Piameter
  • Merupakan lapisan paling dalam
  • Terdapat banyak pembuluh darah
  • Berfungsi untuk membungkus dan menyokong
  • Lapisan ini mengandung cairan cerebrospinal yang berfungsi sebagai suatu bantal yang melindungi otak dan medula spinalis dari luka.
Arachnoid

  • merupakan lapisan tengah.
  • Di antara arachnoid dan piameter terdapat rongga yang berisi cairan cerebrospinal.
  • Berfungsi sebagai bantalan pelindung.
Durameter

  • Merupakan lapisan paling luar
  • Merupakan membran tebal fibrosa yang melindungi otak.
  • Melekat erat pada tulang tengkorak dan agak menggantung di dinding tulang belakang.
Sistem Saraf Tepi
  • Merupakan lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls dari dan menuju ke sistem saraf pusat.
  • Sistem saraf tepi atau saraf perifer mempunyai 2 subdivisi fungsional utama yaitu sistem somatik dan otonom.
  • Eferen somatik dipengaruhi  oleh kesadaran yang mengatur fungsi-fungsi seperti kontraksi otot untuk memindahkan suatu benda,
  • Sedangkan sistem otonom tidak dipengaruhi oleh kesadaran dalam mengatur kebutuhan tubuh sehari-hari
  • Sistem saraf otonom terutama terdiri atas saraf motorik visera (eferen) yang menginversi otot polos organ visera,otot jantung,pembuluh darah dan kelenjar eksokrin  
Sistem saraf tepi dibagi menjadi 2, yaitu :
  1. Sistem saraf aferen : sistem saraf tepi yang membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat.
  2. Sistem saraf eferen : sistem saraf tepi yang membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat menuju ke efektor.
Sistem saraf tepi pada manusia terdiri atas
  1. 12 pasang saraf kepala (kranial).
  2. 31 pasang saraf tulang belakang (spinal) 
  •  12 pasang saraf serabut otak ( saraf cranial ) yang terdiri dari 3 pasang saraf sensorik, 5 pasang saraf motorik dan 4 pasang saraf gabungan.
  •  31 pasang saraf sumsum tulang belakang ( saraf spinal ) yang terdiri dari 8 pasang saraf leher,12 pasang saraf punggung,5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul dan 1 pasang saraf ekor.
  

Berdasarkan fungsinya, saraf tepi dikelompokkan menjadi 2 :
  1. Saraf somatik. Saraf ini mengatur gerakan yang disadari.
  2. Saraf otonom. Saraf ini mengatur gerakan yang tidak disadari.
Berdasarkan fungsinya, saraf ini dibagi menjadi 2 : 
  1. Saraf simpatikf
  2. Saraf parasimpatik
Saraf Simpatik
  • Ganglion terletak di sepanjang tulang punggung, menempel pada sumsum tulang belakang.
  • Serabut praganglion pendek
  • Serabut pascaganglion panjang
  • Saraf simpatis berasal dari area toraks dan lumbal pada medula spinalis,memiliki neurotransmiter norefinefrin atau Adrenalin shg disebut juga saraf adrenergik,fungsinya mempertahankan derajat keaktifan(menjaga tonus vaskuler),memberi respon pada situasi stres seperti. trauma, ketakutan, hipoglikemi, kediginanan, latihan.  
Fungsi sistem saraf simpatik
  1. mempercepat denyut jantung
  2. memperlebar pupil
  3. memperlambar proses pencernaan
  4. memperkecil bronkus
  5. memperkecil diameter pembuluh
  6. mengembangkan kantung kemih.
Untuk detailnya lihat tabel ini


Saraf parasimpatik 
  • Susunan sistem saraf yang berhubungan dengan ganglion yang tersebar di seluruh tubuh.
  • Serabut praganglion panjang
  • Serabut pascaganglion pendek
  • Memiliki fungsi yang berkebalikan dengan saraf simpatik.
  • Saraf parasimpatis berasal dari area otak dan sakral pada medula spinalis,neurotransmiternya yaitu asetilkolin shg disebut jg saraf kolinergik,fungsinya menjaga fungsi tubuh esensial seperti proses dan pengurangan zat-zat sisa.  
MEKANISME  Neurotransmiter 
  • Sistem saraf mengirimkan sinyal pada jaringan targetnya melalui transmisi impuls listrik secara cepat melalui serabut-serabut saraf yang berakhir pada organ efektor dan efek khusus akan timbul sebagai akibat pelepasan substansi neuromediator(Neurotransmiter)
  •  Neurotransmitor adalah suatu penandaan kimiawi antar sel yang berfungsi sebagai komunikasi antar sel saraf dan antara sel saraf dengan  organ efektor .
  • Neurotransmiter adalah senyawa yang disintesa, disimpan dalam saraf tempat dia bekerja,sekresinya bergantung pada  adanya ion kalsium dan diatur  melalui fosforilasi protein sinapsis.
  • Menyebar secara cepat sepanjang celah sinaps antara ujung neuron dan berikatan dengan reseptor spesifik pada sel target ( pasca sinaps).
Adapun jenis-jenis neurotransmiter yaitu :
  1.  Acetylcolin : Bersifat inhibisi  melalui susunan saraf parasimpatis
  2.  Norepinefrin dan epinefrin : Bersifat inhibisi melalui susunan saraf simpatis
  3.  Dopamin : Terdapat di ganglia otonom dan bagian otak seperti substansi nigra,dopamin menyebabkan vasodilatasi,relaksasi saluran cerna,meningkatkan sekresi kelenjar ludah(salivas) dan sekresi insulin.
  4.  Serotonin : Terdapat di saluran cerna,di ssp yaitu di medula spinalis dan hipotalamus,fungsinya menghambat impuls nyeri dan mengatur perasaan seseorang.
  5. Asam gamma aminobutirat(GABA) :  Bersifat inhibisi pada otak,medulla spinalis dan retina,berperan dalam mekanisme kerja obat hipnotif-sedatif dan psikotropik pada penyakit epilepsi.
  6. Histamin
  7. Prostaglandin
  8. Asam glutamat

Gangguan Pada Sistem Saraf Manusia
  1. Epilepsi
  2. Neuritis
  3. Alzheimer
  4. Stroke
  5. Parkinson
Epilepsi

  • Merupakan penyakit kelainan pada neuron di otak.
  • Penderita tidak dapat merespon berbagai rangsangan dan otot rangka berkontraksi secara tidak terkontrol.
  • Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi akibat kerusakan saat kelahiran, kelainan metabolisme, infeksi, toksin, kecelakaan, atau tumor.
  • Dapat ditangani dengan pemberian obat antipiretik.
Neuritis
  • Merupakan iritasi pada neuron.
  • Disebabkan karena kekurangan vitamin, keracunan, atau pengaruh obat – obatan.
Alzheimer
  • Merupakan penyakit yang sering menyerang manusia yang berusia lebih dari 65 tahun.
  • Menimbulkan berkurangnya daya ingat dan kemampuan untuk melakukan kegiatan sehari – hari.
  • Penderita dianjurkan untuk mengonsumsi antioksidan untuk menambah daya ingat.
Stroke
  • Kerusakan otak yang terjadi akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah otak.
Parkinson
  • Disebabkan karena berkurangnya neurotranslator dopamin pada dasar ganglion.
  • Gejala penyakit : tangan gemetaran sewaktu istirahat ( tetapi gemetaran itu hilang sewaktu tidur ), sulit bergerak, kekakuan otot, mata sulit berkedip dan langkah kaki menjadi kecil dan kaku.
ISTILAH PENTING
  • Neuron         : Sel saraf mengandung prosesus yang sangat banyak yang disebut serabut saraf
  • Saraf             : Kumpulan prosesus sel saraf(serabut) yang terletak di luar SSP
  • Ganglion      : Kumpulan badan sel neuron yang terletak di bagian luar SSP dalam saraf perifer
  • Akson           : Suatu prosesus tunggal,lebih tipis dan panjang dari dendrit
  • Dendrit         : Perpanjangan sitoplasma yang biasanya berganda dan pendek,serta berfungsi untuk menghantar impuls ke sel tubuh
  • Aferen          : Neuron yang membawa informasi dari perifer ke SSP
  • Eferen          : Neuron yang membawa sinyal dari otak dan medula spinalis ke jaringan tepi
  • Neurotransmiter: Substansi kimia khusus yang sebagai penghubung komunikasi antar sel saraf dan antara sel saraf dengan efektor.
  • Sinaps          : Penghubung tempat berlangsungnya pemindahan impuls dari ujung akson suatu neuron ke neuron lain /ke otot/kelenjar
  • Potensial aksi   : depolarisasi yg diikuti oleh repolarisasi
  Sistem Indera

Manusia memiliki 5 indera, yaitu :
  1. Hidung
  2. Telinga
  3. Lidah
  4. Kulit
  5. Mata
Hidung
  • Hidung merupakan indera manusia yang berfungsi untuk menerima rangsangan berupa bau.
  • Hidung meliputi bagian eksternal yang menonjol dari wajah dan bagian internal
  • Berupa rongga hidung sebagai alat penyalur udara
  • Hidung bagian luar tertutup oleh kulit dan disupport oleh sepasang tulang hidung

Rongga hidung terdiri atas
  • Rongga atas yang diisi oleh cabang saraf cranial, yaitu saraf olfaktori.
  • Saraf ini menembus tulang tapis, masuk ke otak dan bersinaps dengan neuron traktus olfaktrius pada bulbus olfaktrius.
  • Vestibulum yang dilapisi oleh sel submukosa sebagai proteksi.
  • Bagian rongga dalam mengandung sel-sel epitel yang berfungsi untuk menerima rangsang kimia. Bagian tersebut dilengkapi lendir dan rambut-rambut pembau.
  • Struktur konka yang berfungsi sebagai proteksi terhadap udara luar karena strukturnya yang berlapis.
  • Rongga hidung dimulai dari Vestibulum, yakni pada bagian anterior kebagian posterior yang berbatasan dengan nasofaring.

Rongga hidung terbagi atas 2 bagian
  1. yakni secara longitudinal oleh septum hidung
  2. secara transversal olehkonka superior, medialis, daninferior.
  • Hidung berfungsi sebagai saluran untuk udara mengalir ke dan dar iparu-paru.
  • Jalan napas ini berfungsi sebagai penyaring kotoran dan melembabkan serta menghangatkan udara yang dihirupkan kedalam paru-paru.
  • Hidung bertanggung jawab terhadap olfaktori atau penciuman bau gas karena reseptor olfaksi terletak dalam mukosa hidung.
Fungsi ini berkurang sejalan dengan pertambahan usia. 
Fungsi hidung :
  1. Merupakan jalur masuk keluar udara dari dan menuju ke paru – paru.
  2. Tempat menyaring udara yang dihisap.
  3. Media untuk menerima rangsang bau.
  4. Berhubungan dengan pembentukkan suara suara phonetik dimana ia berfungsi sebagai ruang resonansi.
Cara kerja hidung dalam membau :
  • Bau diterima saat proses inspirasi.
  • Zat bau larut dalam lendir pada selaput lendir hidung.
  • Terjadi pengikatan zat dengan protein membran pada dendrit.
  • Timbul impuls untuk diprses oleh otak.
Macam – macam reaksi terhadap bau :
  • Diinterpretasikan di korteks otak pada daerah bau primer.
  • Dihubungkan dengan pusat lainnya, misalnya dengan pusat muntah.
  • Disimpan di korteks sebagai memori.
  • Setiap zat pembau hanya mempu merangsang 1 jenis reseptor, sehingga otak dapat membedakan berbagai rasa bau.
Ada 7 bau primer, yaitu :
  1. Bau Eter
  2. Bunga
  3. Peppermint
  4. Muski
  5. Kamper
  6. Tengik
  7. Pedas.
Telinga
  • Telinga merupakan indera manusia yang berfungsi untuk menerima rangsangan berupa bunyi. Selain itu, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan manusia.
Struktur telinga :
  1. Telinga luar
  2. Telinga tengah
  3. Telinga dalam

Telinga luar
  1. Daun telinga, berfungsi untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya menuju gendang telinga
  2. Saluran telinga luar, berfungsi sebagai saluran yang menyampaikan suara dari luar menuju ke gendang telinga.
  3. Membran timpani (gendang telinga), berfungsi untuk meneruskan suara ke telinga tengah.
Telinga tengah
  1. Tulang martil, berfungsi untuk meneruskan getaran suara.
  2. Tulang landasan, berfungsi untuk meneruskan getaran suara.
  3. Tulang sanggurdi, berfungsi untuk meneruskan getaran ke koklea.
  4. Saluran eustachius, berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan telinga luar dengan telinga dalam.
Telinga dalam
  • Labirin osea, merupakan rongga pada tulang pelipis yang dilapisi periosteum berisi cairan perilimfe.
  • Kanalis semisirkularis (saluran setengah lingkaran), mengandung reseptor keseimbangan tubuh.
  • Vestibula, mengandung reseptor keseimbangan tubuh.
  • Koklea (rumah siput), mengandung reseptor pendengaran yang berfungsi untuk meneruskan rangsang bunyi ke pusat saraf.
  • Labirin membranasea, bentuknya menyerupai labirin osea, namun letaknya lebih ke dalam dan dilapisi sel epitel serta berisi cairan endolimfe.
Untuk detailnya dimana bagian luar - tengah dan dalam dapat dilihat ini


Lidah
  • Lidah merupakan kumpulan otot yang digunakan untuk membantu dalam pencernaan makanan, yaitu proses pelumatan/mengunyah, alat bantu dalam berbicara, dan sebagai indera perasa.
  • Lidah terdiri atas kuncup – kuncup perasa yang masing – masingnya hanya mampu menganalisa satu rasa secara maksimal.
Struktur lidah :
  • Sebagian besar, lidah tersusun atas otot rangka yang terlekat pada tulang hyoideus, tulang rahang bawah dan processus styloideus di tulang pelipis.
  • Terdapat dua jenis otot pada lidah yaitu otot ekstrinsik dan intrinsik.
  • Lidah memiliki permukaan yang kasar karena adanya tonjolan yang disebut papila.
Terdapat tiga jenis papila yaitu: 
  • Papila filiformis (fili=benang); berbentuk seperti benang halus
  • Papila sirkumvalata (sirkum=bulat); berbentuk bulat, tersusun seperti huruf V di belakang lidah
  • Papila fungiformis (fungi=jamur); berbentuk seperti jamur.
  • Terdapat satu jenis papila yang tidak terdapat pada manusia, yakni papila folliata pada hewan pengerat.
  • Tunas pengecap adalah bagian pengecap yang ada di pinggir papila, terdiri dari dua sel yaitu sel penyokong dan sel pengecap.
  • Sel pengecap berfungsi sebagai reseptor, sedangkan sel penyokong berfungsi untuk menopang.
Letak tunas pengecap berbagai macam rasa di lidah :
  1. Rasa pahit terletak di dekat pangkal lidah.
  2. Rasa asin terletak di samping tengah lidah.
  3. Rasa asam terletak di samping depan lidah.
  4. Rasa manis terletak di bagian lidah yang paling depan.
  • Selain di lidah, beberapa tunas pengecap juga terletak pada langit – langit rongga mulut dan tenggorokan.

Kulit
  • Kulit merupakan indera peraba manusia.
  • Kulit terdiri atas epidermis dan dermis.
  • Selain sebagai indera peraba, kulit juga berfungsi sebagai pelindung bagi organ – organ manusia dan alat ekskresi karena memiliki kelenjar keringat.
  • Epidermis merupakan bagian kulit yang tersusun atas sel – sel rapat.
  • Dermis merupakan lapisan yang terletak di bawah epidermis. Sel – selnya tersusun tidak terlalu rapat.
Tipe – tipe reseptor pada kulit :
  • Nyeri, merupakan ujung saraf bebas yang terletak di seluruh tubuh.
  • Panas dan dingin, reseptornya berupa ujung saraf.
  • Sentuhan, reseptornya adalah korpus meissner, diskus Merkel, dan ujung saraf yang melingkari akar rambut. Letaknya di dekat permukaan kulit.
  • Tekanan, reseptornya adalah korpus Paccini, Ruffini, dan Krause. Letaknya agak dalam pada kulit.
  • Pada bibir, ujung jari, ujung lidah dan alat kelamin terdapat banyak reseptor dengan serabut saraf sensorik, sehingga dapat membedakan dua titik rangsangan, sedekat apapun jaraknya.
  • Pada punggung memiliki sedikit reseptor, sehingga punggung hanya dapar membedakan dua titik rangsangan jika jarak antar titik rangsangan lebih besar dari 70 mm.

Fungsi kulit :
  • Sebagai alat pengeluaran berupa kelenjar keringat.
  • Sebagai alat peraba.
  • Sebagai pelindung organ dibawahnya.
  • Tempat dibuatnya Vitamin D dengan bantuan sinar matahari.
  • Pengatur suhu tubuh.
  • Tempat menimbun lemak
Mata
  • Mata merupakan indera penglihatan yang mendeteksi cahaya.
  • Hal paling sederhana yang dilakukan mata adalah mendeteksi terang dan gelap.
  • Kegiatan mata yang kompleks adalah memberikan pengertian secara visual.
Gb.skematik mata

Mata tersusun atas :
Alat tambahan mata, terdiri atas : 
  • Alis mata, berfungsi untuk melindungi mata dari keringat dan debu.
  • Kelopak mata, berfungsi sebagai alat pelindung dan penutup bola mata sehingga aman dari ktran.
  • Bulu mata, berfungsi untuk melindungi mata dari debu dan kotoran.
  • Aparatus lakrimalis, berfungsi untuk mengeluarkan air mata.
  • Otot bola mata, berfungsi untuk menggerakkan bola mata.
  • Bola mata, merupakan bola berukuran 2.5 cm yang terdiri atas 3 lapisan
Lapisan bola mata tersusun 3 lapisan yaitu:
  1. Tunika fibrosa
  2. Tunika vaskulosa
  3. Tunika nervosa (retina),
Tunika fibrosa tersusun atas
  • Sklera, berwarna putih, tidak tembus cahaya.
  • Kornea, lapisan tembus cahaya yang tidak mengandung pembuluh darah, mengandung banyak saraf. Berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada retina.
Tunika vaskulosa tersusun atas
  • Koroid, merupakan lapisan jaringan tipis dan mengandung banyak pembuluh darah. Warnanya cokelat karena mengandung pigmen. Berfungsi untuk memberi makan pada retina.
  • Iris, merupakan selaput yang terletak menggantung di antara lensa dan kornea. Mengandung banyak pembuluh darah dan pigmen.
  • Pupil, merupakan lubang di tengah iris yang berfungsi untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam retina.
Tunika nervosa (retina), merupakan bagian mata yang paling peka terhadap cahaya,
Tersusun atas dua jenis yaitu
  1. Sel kerucut
  2. Sel Batang
  • Dari retina, cahaya akan diteruskan ke saraf optik.
Sistem kerja mata :
  • Mata menangkap cahaya.
  • Cahaya difokuskan menuju retina oleh kornea, dan diatur jumlahnya oleh pupil.
  • Cahaya ditangkap oleh sel batang (untuk bayangan) dan sel kerucut (untuk warna) yang terletak di retina.
  • Impuls dari sel dijalarkan ke neuron bipolar, lalu ke neuron ganglion. Akson neuron ganglion akan membentuk saraf otak II, lalu impuls disampaikan ke pusat saraf.
Gangguan pada panca indera :
1. Mata :
  1. Miopi
  2. Hipermetropi
  3. Presbiopi
  4. Buta warna
  5. Katarak
  6. Astigmatisma
Miopi
  • Miopi yakni seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak jauh.
  • Biasanya terjadi pada pelajar.dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung.
Hipermetropi
  • Hipermetropi yaitu seseroang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat dari mata.
  • Dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung.
Presbiopi
  • Presbiopi adalah seseorang yang tidak dapat melihat benda yang berjarak dekat maupun berjarak jauh.Dapat dibantu dengan kacamata berlensa rangkap.
  • Biasa terjadi pada lansia.* Kerabunan dan kebutaan
  • Buta berarti seseorang tidak dapat melihat benda apapun sama sekali.
  • Buta bisa saja diakibatkan keturunan, maupun kecelakaan.
  • Rabun berarti seseorang hanya dapat melihat dengan samar-samar.
  • Orang-orang yang buta maupun rabun biasanya "membaca" dengan jari-jarinya. Ini disebut huruf Braille.
Buta warna
  • Buta warna adalah suatu kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat membedakan warna.
  • Yang dapat dilihat hanyalah warna hitam, abu-abu, dan putih.
  • Buta warna biasanya merupakan penyakit turunan.
  • Artinya jika seseorang buta warna, hampir pasti anaknya juga buta warna.
Katarak
  • Katarak adalah suatu penyakit mata di mana lensa mata menjadi buram karena penebalan Lensa Mata dan terjadi pada orang lanjut usia (lansia).
Astigmatis
  • Ketidakaturan lengkung - lengkung permukaan bias mata yang berakibat cahaya tidak fokus pada satu titik retina(bintik kuning).
  • Dapat dibantu dengan kacamata slinder/Operasi refraktif
2. Telinga :
  • Tuli, dapat terjadi karena kerusakan tulang pendengaran, kotoran yang menumpuk di saluran telinga luar, peradangan pada telinga tengah atau kerusakan saraf pendengaran.
3. Hidung :
  • Anosmia, disebabkan oleh : Penyumbatan rongga hidung akibat pilek, terdapat tumor atau polip di rongga hidung.
  • Sel rambut rusak akibat infeksi
  • Gangguan pada saraf pembau.
Sistem Hormon
  • Hormon adalah zat kimia berbentuk senyawa organik yang dihasikan oleh senyawa organik.
  • Hormon mengatur berbagai aktivitas dalam tubuh, seperti homeostasis (pengaturan secara otomatis dalam tubuh agar kelangsungan hidup dapat dipertahankan), metabolisme, reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan.
  • Hormon dihasilkan oleh kelenjar endokrin, atau disebut juga kelenjar buntu, karena hormon tidak dialirkan melalui saluran, namun langsung masuk ke pembuluh darah.
Ciri – ciri hormon adalah sebagai berikut :
  • Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin dalam jumlah sedikit.
  • Diangkut ke sel atau jaringan tujuan oleh darah.
  • Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang berada di sel target.
  • Memiliki pengaruh mengaktifkan enzim khusus.
  • Dapat memengaruhi beberapa sel target yang berlainan.
  • Hormon bekerja atas perintah dari saraf.
  • Sistem yang mengatur kerjasama antara sistem saraf dan sistem hormn terletak di daerah hipotalamus, atau disebut juga kendali saraf endokrin.
  • Karena hormon memengaruhi kerja organ yang sifatnya spesifik, maka kelainan yang timbul akan mudah ditelusuri.
  • Pengaruh kerja hormon tidak secepat pengaruh saraf.
Ada 7 kelenjar endokrin yang dimiliki manusia :
  1. Kelenjar hipofisis
  2. Kelenjar Tiroid
  3. Kelenjar Paratiroid
  4. Kelenjar adrenal (anak ginjal)
  5. Kelenjar kelamin
  6. Kelenjar pankreas
  7. Plasenta

1. Kelenjar hipofisis 
  • Terletak pada dasar otak besar.
  • Berukuran kecil dan bulat dengan diameter 1,3 cm.
  • Mensekresikan berbagai macam hormon yang mengatur bermacam – macam kegiatan yang berlangsung dalam tubuh.
  • Disebut kelenjar pengendali atau mastergland.
  • Dibagi menjadi 2 bagian, yaitu hipofisis lobus anterior dan hipofisis lobus posterior, dan dihubungkan dengan hipotalamus.
  • Di antara kedua lobus terdapat daerah yang tidak ada pembuluh darahnya, disebut Hipofisis pars intermedia.
HIPOFISE DIBAGI MENJADI 3 lOBUS
  1. Hipofise Lobus anterior
  2. Hipofise Lobus posterior
  3. Hipofisis Pars Intermedia :
Hipofisis lobus anterior menghasilkan hormon :
  1. Somatotropin (STH) : merangsang sintesis protein dan metabolisme lemak, merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
  2. Tirotropin (TSH) : mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok, merangsang sekresi tiroksin.
  3. Prolaktin (PRL) : memelihara korpus luteum untuk memproduksi prgesteron dan ASI.
  4. Adrenocorticotrpic Hormone (ACTH) : mempengaruhi aktivitas kelenjar anak ginjal pada bagian korteks.
  5. Hormon gonadotropin Hormon gonadotropin pada wanita : LH : memengaruhi pematangan folikel dalam ovarium, menghasilkan hormon progesteron. FSH : merangsang pematangan folikel dalam ovarium, menghasilkan hormon estrogen Hormon gonadotropin pada pria FSH : merangsang terjadinya spermatogenesis. ICSH : merangsang sel interstitial testis untuk memproduksi testosteron dan androgen.
Hipofisis lobus posterior menghasilkan hormon :
  1. Oksitosin : merangsang otot polos yang terdapat di uterus dan sel yang menyelubungi saluran yang terdapat pada kelenjar susu.
  2. Vasopresin : memengaruhi proses rearbsorpsi urin dan urea, meningkatkan tekanan darah.
Hipofisis Pars Intermedia :
  1. Menghasilkan MSH untuk meningkatkan pigmentasi kulit.
2. Kelenjar Tiroid 
  • Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.
  • Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin dan triyodotironin.
  • Hormon tiroksin dan triyodotironin berfungsi untuk mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
3. Kelenjar Paratiroid 
  • Terletak di belakang kelenjar tiroid.
  • Menghasilkan parathormon yang berfungsi untuk mengatur konsentrasi ion Ca dan P dalam cairan ekstraseluler.
4. Kelenjar adrenal (anak ginjal) 
  • Terletak di atas ginjal.
  • Terbagi atas 2 bagian, yaitu korteks dan medula.
  • Bagian korteks menghasilkan hormon kortison yang terdiri dari mineralokrtikoid (membantu metabolisme garam Na dan K) dan glukokortikoid (membantu metabolisme karbohidrat).
  • Bagian medula menghasilkan hormon adrenalin, yang berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung, kecepatan pernafasan dan tekanan darah, dan noradrenalin, yang fungsinya terbalik dengan adrenalin.
5. Kelenjar kelamin
Ovarium
  • Menghasilkan ovum
  • Menghasilkan hormon estrogen
  • Menghasilkan hormon progesteron.
  • Hormon Estrogen : berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
  • Hormon. Progesteron: berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi
Testis
  • Testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron.
  • Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
6. Kelenjar pankreas
  • Menghasilkan hormon insulin dan glukagon.
  • Insulin berfungsi untuk menyerap glukosa dan mengubahnya menjadi glikogen saat kadar glukosa dalam darah tinggi.
  • Glukagon berfungsi untuk mengubah glikogen menjadi glukosa saat kadar glukosa dalam darah rendah.
7. Plasenta 
  • Merupakan jaringan yang menghubungkan ibu dengan bayi di dalam rahim.
  • Menghasilkan Hormon :
  1. Gonadotropin korion
  2. Estrogen
  3. Progesteron
  4. Somatotropin
Gonadotropin korion 
  • meningkatkan pertumbuhan korpus luteum serta sekresi estrogen dan progesteron.
Estrogen :
  • meningkatkan pertumbuhan organ kelamin ibu dan jaringan janin.
Progesteron
  • meningkatkan perkembangan jaringan dan organ janin.
Somatotropin
  • meningkatkan pertumbuhan jaringan janin, membantu perkembangan payudara ibu.
Gangguan yang timbul akibat kekurangan atau kelebihan hormon : 
  • Gigantisme : kelebihan hormon pertumbuhan dan STH, sehingga badan bertumbuh sangat besar.
  • Kretinisme : kekurangan hormon pertumbuhan dan STH, sehingga pertumbuhan badan terhambat.
  • Akromegali : kelebihan hormon pertumbuhan dan STH, sehingga terjadi pertumbuhan tidak seimbang pada tulang tangan, jari kaki, rahang, atau tulang hidung.
  • Tetani : kekurangan hormon parathormon, sehingga kadar kapur dalam darah menurun, kejang otot pada tangan dan kaki, jari tangan membengkok ke arah pangkal, gangguan saraf dan sulit tidur.
  • Diabetes melitus : kekurangan hormon insulin, sehingga kadar gula dalam darah berlebihan. Badan lemas, sering merasa lapar dan urin yang dikeluarkan jumlahnya banyak.
  • Adison : kerusakan kelenjar anak ginjal pada bagian korteks.
  • Penderita mengalami kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah – muntah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar